Sholat bukan hanya kewajiban lima waktu yang harus dijalankan oleh umat Islam, tetapi juga ada sholat sunnah yang menjadi bentuk cinta dan kedekatan seorang hamba kepada Allah SWT. Sholat sunnah adalah ibadah tambahan yang dilakukan untuk melengkapi kekurangan dalam sholat wajib, serta menjadi jalan bagi seorang Muslim untuk memperkuat iman dan ketakwaannya.
Dalam Islam, sholat sunnah menjadi bukti kecintaan seorang hamba yang tidak hanya ingin memenuhi kewajiban, tetapi juga ingin lebih dekat dengan Allah SWT melalui ibadah tambahan. Dengan rutin melaksanakan sholat sunnah, seseorang dapat menenangkan hati, menumbuhkan rasa syukur, dan memperbanyak amal kebajikan yang akan menjadi pemberat timbangan kebaikan di akhirat. Sholat sunnah juga berfungsi sebagai pelindung bagi sholat wajib, karena manusia tidak selalu sempurna dalam ibadahnya. Dengan melaksanakan sholat sunnah, kekurangan dalam sholat wajib bisa di sempurnakan.
Dalam hadits riwayat, Rasulullah SAW bersabda:
أَوَّلُ مَا يُـحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الصَّلَاةُ ، فَإِنْ صَلَحَتْ صَلَحَ لَهُ سَائِرُ عَمَلِهِ ، وَإِننْ فَسَدَتْ فَسَدَ سَائِرُ عَمَلِهِ
Artinya: “Sesungguhnya amal pertama yang akan dihisab dari seorang hamba pada hari kiamat adalah sholatnya. Jika sholatnya baik, maka baiklah seluruh amalnya.” (HR. Tirmidzi)
Hadits ini menegaskan bahwa sholat adalah pondasi utama dari seluruh amal ibadah. Oleh karena itu, memperbanyak sholat sunnah menjadi cara terbaik untuk memperbaiki hubungan spiritual seorang Muslim dengan Tuhannya.
Dalam keseharian, ada banyak jenis sholat sunnah yang di ajarkan oleh Rasulullah SAW. Masing-masing memiliki keutamaan dan waktu pelaksanaannya sendiri. Berikut penjelasan tentang 7 macam sholat sunnah yang bisa di amalkan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT.
1. Sholat Sunnah Rawatib
Sholat sunnah rawatib adalah sholat yang menyertai Sholat wajib 5 waktu, baik sebelum maupun sesudahnya. Tujuannya adalah untuk menyempurnakan kekurangan dalam sholat fardhu.
Terdapat dua jenis sholat rawatib, Pertama Rawatib muakkadah, yaitu yang sangat di anjurkan oleh Rasulullah SAW seperti 2 rakaat sebelum Subuh, 2 rakaat sebelum dan sesudah Zuhur, 2 rakaat setelah Maghrib, dan 2 rakaat setelah Isya. Kedua Rawatib ghairu muakkadah, yaitu sunnah yang tidak sekuat muakkadah, seperti 4 rakaat sebelum Ashar.
Keutamaan sholat ini sangat besar bagi manusia, Rasulullah SAW bersabda:
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّي لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ أَوْ إِلاَّ بُنِيَ لَهُ بَيْتٌ فِي الْجَنَّةِ
Artinya: “Tidaklah seorang hamba sholat 12 rakaat dalam sehari semalam (rawatib), kecuali Allah bangunkan baginya rumah di surga.” (HR. Muslim)
Bagi yang ingin memperkuat hubungannya dengan Allah, menjaga sholat rawatib adalah langkah sederhana namun penuh keberkahan. Selain itu, sholat sunnah rawatib juga menjadi tanda kecintaan seorang Muslim terhadap ibadah.
2. Sholat Tahajud
Sholat tahajud adalah ibadah malam yang sangat istimewa. Ibadah ini di lakukan setelah tidur malam dan sebelum masuk waktu Subuh. Rasulullah SAW dikenal sangat konsisten melaksanakannya hingga akhir hayatnya.
Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman:
وَمِنَ ٱلَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِۦ نَافِلَةً لَّكَ عَسَىٰٓ أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا
Artinya: “Dan pada sebagian malam hari bertahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; mudah-mudahan Tuhanmu mengangkatmu ke tempat yang terpuji.” (QS. Al-Isra 79)
Sholat tahajud menjadi waktu terbaik untuk bermunajat kepada Allah. Pada sepertiga malam terakhir, Allah membuka pintu langit dan mengabulkan doa hamba-Nya yang memohon dengan ikhlas. Melalui tahajud, hati menjadi lebih tenang, iman semakin kuat, dan jiwa terasa dekat dengan Allah. Dua rakaat di tengah malam bisa menjadi sumber ketenangan dan kekuatan spiritual bagi setiap Muslim.
3. Sholat Dhuha
Sholat dhuha dikenal sebagai sholat yang membuka pintu rezeki dan keberkahan hidup. Waktu pelaksanaannya dimulai setelah matahari terbit hingga menjelang waktu Zuhur. Rasulullah SAW sangat menganjurkan umatnya untuk melaksanakan sholat ini karena mengandung banyak keutamaan, baik secara spiritual maupun duniawi.
Dalam kehidupannya, Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ حَافَظَ عَلَى شُفْعَةٍ الضُّحَى غُفِرَلَهُ ذُنُوْبَهُ وَ اِنْ كَانَتْ مِثْلُ زَبَدِ الْبَخْرِ
Artinya: “Barang siapa yang menjaga sholat dhuha, maka dosa dosanya akan diampuni walau sebanyak buih di lautan.” (HR. Tirmidzi)
Sholat dhuha dapat di kerjakan minimal dua rakaat dan maksimal dua belas rakaat, sesuai kemampuan dan keikhlasan seseorang. Ibadah ini menjadi bentuk rasa syukur kepada Allah atas nikmat kesehatan, waktu, dan rezeki yang telah di berikan setiap hari.
Banyak orang yang merasakan ketenangan batin setelah rutin melaksanakan sholat dhuha. Mereka merasa lebih ringan dalam menghadapi urusan dunia dan diberikan kemudahan dalam mencari rezeki. Hal ini bukan karena sholat dhuha “mendatangkan uang,” melainkan karena Allah melapangkan jalan dan hati hamba yang selalu bersyukur.
4. Sholat Witir
Sholat witir adalah penutup dari rangkaian ibadah malam yang sangat di anjurkan oleh Rasulullah ﷺ. Kata witir berarti “ganjil,” karena jumlah rakaatnya selalu ganjil, bisa satu, tiga, lima, tujuh, sembilan, hingga sebelas rakaat. Waktu pelaksanaannya di mulai setelah sholat Isya hingga menjelang Subuh.
Rasulullah SAW bersabda:
اجْعَلُوا آخِرَ صَلَاتِكُمْ بِاللَّيْلِ وِتْرًا
Artinya: “Jadikanlah akhir sholat kalian di malam hari dengan witir.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sholat witir menjadi simbol kedekatan seorang hamba dengan Allah di waktu malam, saat kebanyakan manusia sedang terlelap. Dalam sholat ini, seorang Muslim bisa bermunajat dengan lebih khusyuk, memohon ampunan, dan mengungkapkan segala isi hati kepada Sang Pencipta.
Bagi yang belum terbiasa bangun malam, sholat witir bisa di lakukan setelah sholat Isya sebelum tidur. Namun bagi yang rutin melaksanakan tahajud, lebih utama jika witir di kerjakan setelahnya sebagai penutup ibadah malam yang penuh keikhlasan.
5. Sholat Istikharah
Sholat istikharah adalah bentuk doa dan permohonan petunjuk kepada Allah ketika seseorang di hadapkan pada pilihan yang sulit atau keputusan penting dalam hidup, entah itu tentang pekerjaan, jodoh, pendidikan, maupun urusan lainnya. Ibadah ini menjadi cara terbaik untuk menyerahkan segala urusan kepada Allah yang Maha Mengetahui apa yang terbaik bagi hamba-Nya. Pelaksanaannya terdiri dari dua rakaat sholat, kemudian di lanjutkan dengan doa istikharah yang di ajarkan langsung Nabi Muhammad.
Dalam riwayat kehidupannya, Rasulullah SAW bersabda:
إِذَا هَمَّ أَحَدُكُمْ بِالأَمْرِ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ مِنْ غَيْرِ الْفَرِيضَةِ
Artinya: “Apabila salah seorang di antara kalian berniat melakukan suatu urusan, maka hendaklah ia sholat dua rakaat yang bukan sholat wajib.” (HR. Bukhari)
Namun penting di pahami, hasil istikharah tidak selalu hadir dalam bentuk mimpi seperti yang sering disalahpahami sebagian orang. Kadang Allah menunjukkan jawabannya melalui ketenangan hati, arah hidup yang menjadi lebih jelas, atau datangnya kemudahan dalam salah satu pilihan yang kita hadapi.
Sholat ini mengajarkan kita untuk tidak tergesa-gesa dan tidak bersandar pada logika semata. Dengan istikharah, seorang Muslim di ajarkan untuk berserah diri sepenuhnya pada takdir Allah, karena tidak ada keputusan yang lebih baik daripada keputusan yang datang dari-Nya.
6. Sholat Taubat
Sholat taubat adalah salah satu bentuk pengakuan dan penyesalan seorang hamba atas dosa dan kesalahan yang telah di perbuat. Setiap manusia pasti pernah khilaf, dan Allah SWT membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi siapa pun yang ingin kembali kepada-Nya. Sholat ini menjadi wujud nyata dari keinginan untuk memperbaiki diri dan mendekatkan hati kepada Allah.
Pelaksanaannya dilakukan dua rakaat dengan niat khusus untuk bertaubat, lalu dilanjutkan dengan beristighfar dan memohon ampun dengan penuh kerendahan hati.
Rasulullah SAW bersabda:
كُلُّ بَنِي آدَمَ خَطَّاءٌ، وَخَيْرُ الْخَطَّائِينَ التَّوَّابُونَ
Artinya: “Setiap anak keturunan Adam adalah orang yang berbuat kesalahan, dan sebaik-baik orang yang berbuat kesalahan adalah orang yang bertobat.” (HR. Abu Dawud)
Sholat taubat bisa di lakukan kapan saja, kecuali pada waktu-waktu yang di larang untuk sholat seperti setelah Subuh dan setelah Ashar. Namun yang paling utama adalah segera melaksanakannya setelah merasa bersalah atau menyadari kesalahan.
7. Sholat Tasbih
Sholat tasbih adalah salah satu ibadah sunnah yang sarat makna dan penuh keutamaan. Disebut tasbih karena di dalam setiap rakaatnya terdapat bacaan dzikir Subhanallah, walhamdulillah, wala ilaha illallah, wallahu akbar sebanyak 75 kali, sehingga dalam empat rakaat jumlah keseluruhannya mencapai 300 kali tasbih.
Salah satu imam besar Islam, Ibnu Mubarak pernah berkata:
وَقَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ: صَلَاةُ التَّسْبِيْحِ مُرَغَّبٌ فِيْهَا، يُسْتَحَبُّ أَنْ يَعْتَادَهَا فِي كُلِّ حِيْنٍ وَلَا يَتَغَافَلَ عَنْهَا.
Artinya: “Shalat Tasbih sangat dianjurkan. Bahkan hendaknya shalat ini biasa dilakukan setiap saat dan jangan sampai dilalaikan.” (HR. Ibnu Mubarak)
Sholat tasbih dapat di lakukan empat rakaat dalam satu waktu atau dua rakaat dua kali, baik siang maupun malam hari. Keistimewaannya tidak hanya terletak pada jumlah dzikir yang banyak, tetapi juga pada ketenangan dan kekhusyukan yang lahir dari pengulangan pujian kepada Allah SWT.
Meskipun tidak semua orang rutin melakukannya, sholat tasbih menjadi amalan yang sangat di anjurkan bagi mereka yang ingin mendekatkan diri secara spiritual dan membersihkan hati dari dosa. Dengan melafalkan tasbih berulang kali, seorang hamba di ingatkan untuk selalu bersyukur, bertasbih, dan mengagungkan nama Allah dalam setiap keadaan.
Sholat Sunnah Sebagai Jalan Menuju Ketenangan Jiwa
Ketujuh sholat sunnah di atas bukan hanya sekadar pelengkap dari ibadah wajib, tetapi juga menjadi jembatan spiritual bagi seorang Muslim untuk meraih ketenangan jiwa, memperkuat keimanan, dan mendekatkan diri kepada Allah SWT. Setiap rakaat, setiap sujud, dan setiap doa di dalamnya adalah bentuk komunikasi yang tulus antara hamba dan Sang Pencipta.
Menjalankan sholat sunnah dengan hati yang ikhlas menunjukkan cinta sejati kepada Allah. Sholat ini di lakukan bukan karena kewajiban, melainkan karena kerinduan dan rasa syukur atas segala nikmat-Nya. Saat seseorang mengerjakan sholat sunnah secara rutin, hatinya akan semakin lembut, pikirannya lebih tenang, dan hidupnya terasa lebih terarah.
Semakin sering seseorang mendirikan sholat sunnah, semakin kuat pula rasa ketakwaan yang tumbuh di dalam dirinya. Dari kebiasaan kecil seperti sholat dua rakaat dhuha hingga tahajud di sepertiga malam, semuanya adalah langkah-langkah menuju kedamaian sejati kedamaian yang hanya bisa dirasakan oleh hati yang selalu terhubung dengan Allah SWT.













